Home
Lupakan ajah...   
05:32pm 17/11/2005
  Hari ini seharian 'mencari jarum di tumpukan jerami' sambil berusaha merekonstruksi kesalahan yang pernah dilakukan partner.

Hampir 7 jam berlalu, akhirnya error bisa juga direka-ulang dengan baik. Me reka-ulang error dengan baik, hehe.. sepertinya paradoks :) Tapi begitulah.

Yang jelas, Alhamdulillah, syukur pada Allah, satu pekerjaan terselesaikan. Segera melanjutkan ke pekerjaan berikutnya, yaitu recovery berdasar hasil yang didapat tadi.

Satu hal dipelajari dari hari ini : mengingat-ingat kesalahan, apalagi yang dibuat orang lain, itu ternyata pekerjaan yang tidak menyenangkan. Kepala penuh, mata pedih, tengkuk kaku, hati lelah..

Sedang hasil yang didapat masih harus kita recover supaya jadi benar. Another work to do. And not an easy one too.

Padahal di keseharian, rasanya sering banget melakukan itu tanpa sadar. Mengingat-ingat kesalahan orang lain. Padahal yang didapat dari itu sepertinya nggak lebih baik dari yang dirasakan hari ini. Hati pedih, kepala panas, perasaan lelah..

Dan sesudah itu, masih harus melakukan recovery. Menata hati, menenang2kan pikiran, supaya aktifitas jangan terganggu oleh perasaan bete atau ilpil gara-gara rekonstruksi yang nggak enak itu.

Akan lebih mudah sebenarnya, kalau kita tutup saja kesalahan itu sebagai lembaran yang telah lalu. Mulai lagi dengan yang bersih. Lebih ringan dan melegakan.

Daripada menyiksa diri dengan me reka-ulang kesalahan orang, me-replay sakit hati yang kita rasa, akan lebih menyenangkan dan sederhana jika yang kita ingat yang baik-baik saja. Yang akan kita dapat adalah kenangan manis. Dan lebih menyenangkan lagi : tidak perlu ada recovery. Clean and simple.

Tapi begitulah. I'm human and I do silly things sometimes...
 
     Read 2 - Post
 
Selintas perasaan   
07:39am 11/10/2005
 
mood: contemplative
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un..

Gempa di pakistan, lebih 20 ribu jiwa tewas.
Belum lama berselang, badai Katrina menewaskan ribuan korban.
Dan belum setahun lalu, ratusan ribu jiwa ditelan tsunami.

Rasanya jadi diingatkan, betapa rapuhnya sesuatu yang bernama hidup itu.
Jika Sang Pemiliknya berkehendak, jangankan ratusan ribu, jutaan akan berakhir.

Sedang kita, masing-masing kita berpegang erat pada satu.. satu nyawa yang kita miliki, satu hidup yang dititipkan Allah pada kita.

Sesuatu yang bagi Allah akan mudah mencabutnya, yang hanya satu di antara milyaran, bahkan mungkin trilyunan di jagat raya ini...

Namun yang satu itu, bukannya tidak berharga.
Sebab ialah batas kesempatan bagi kita, batas kesenangan dunia, batas pencapaian-pencapaian dan kerja, batas yang menentukan akan kemana kita nantinya di hari yang dikekalkan Allah.
 
     Read 6 - Post
 
Sentimental note on a sentimental morning   
11:02am 07/10/2005
  Bulan puasa penuh rahmah.
Mungkin itu juga yang bikin perasaan jadi lebih halus. Lebih mudah tersentuh.
Bahkan oleh hal-hal kecil yang sering terlewat begitu saja.


Pagi ini, di depan rumah lewat tukang pepaya.

I was walking behind him on my way to work, melihat lengkung tongkat pemikulnya, melihat basah punggung bajunya, melihat langkah sandal jepit tuanya.
Dan tiba-tiba ada yang menyesak di dalam sini. Sebutir air titik tak terbendung.

Kepedihan di pundaknya, seperti jadi kepedihan di dalam sini.

Dan kepedihan itu, ada di hati berjuta saudara kita. Saat ini.
 
     Read 11 - Post
 
Satu lagi dari yang kemarin   
12:27pm 18/08/2005
  When I read a book and impressed by it, i usually look for more book by the same author.
I think a lot of people do that also.

I did it with Albom's, and I found a book : Tuesdays with Morrie: an old man, a young man, and life's greatest lesson

It's another good book. This one being a real experience of the author and his mentor, about the professor's last moments and the great lecture he delivered before he die.

It's about "learn how to die, you will learn how to live"
It's about not giving up on anything coming on our way, including fatal illness, and death.
It's about spirit, about passion, about fully experiencing the life, knowing ourselves, our emotions.
It's about live a better life because of knowing we wouldn't be living forever.
It's about love, affections, how we got to show it to people we care.
To give out love, and to let it come in.
Love each other, or perish.

Well.. enough said i guess. Let's read :)
 
     Read 2 - Post
 
Five people you meet in heaven   
02:48pm 16/08/2005
 
mood: weird
This is the last book I've read lately.
It's a good book, and I'd like to recommend it to those who wants to get a simple but meaningful reading.

Inti ceritanya sih tentang apa yang terjadi di hari kemudian.

This is what Albom said about his book:
This book is dedicated to Edward Beitchman, my beloved uncle, who gave me my first concept of heaven. Every year, around the Thanksgiving table, he spoke of a night in the hospital when he awoke to see the souls of his departed loved ones sitting on the edge of the bed, waiting for him. I never forgot that story. And I never forgot him.

Everyone has an idea of heaven, as do most religions, and they should all be respected.
The version represented here is only a guess, a wish, in some ways, that my uncle, and others like him, people who felt unimportant here on earth realize, finally, how much they mattered and how they were loved.


His idea about heaven itself is a place to finally understand our lives on earth. To grasp the full meaning of every single things in our lives.
Dan semuanya itu kita dapatkan melalui kelima orang yang akan kita temui di surga itu.

For me, of course I'm not agree about that idea.
Mestinya buat kita, memahami kehidupan kita itu ya semasa kita hidup ini. Mungkin memang nggak bisa sepenuhnya. PAsti banyak hal yang nggak kita sadari. But that effort should be made as long as we live.

Anyway, this is still a good book.
Albom told the story beautifully.
Membawa kita berpikir lebih dalam tentang hidup kita, dan mengajak kita menghargai kehidupan.
Sebab tidak ada yang tidak berarti dalam hidup kita ini...
 
     Read 2 - Post
 
   
10:14am 22/07/2005
  Just when i finally can let it go...
It comes back to me..
belongs to me..
for now, at least...

Hopefully, someday, if it's truly mine at last, i still can let go... if i have to
 
     Read 4 - Post
 
Dewasa itu...   
11:01am 24/06/2005
  ... bisa menahan diri dari keingintahuan yang nggak perlu.
Mengulurkan tangan, memberikan saran, tanpa harus mempertanyakan hal-hal pribadi di balik permintaan itu.

Dan jika sampai akhirnya mereka berkenan membuka diri dan mempercayakan hal-hal pribadi itu pada kita,
... bisa menahan diri dari menghianati kepercayaan...

Seperti yang dibilang pak Zainuddin MZ, intinya memang pengendalian diri :)
 
     Read 2 - Post
 
ngantuk..   
04:43pm 04/05/2005
  So sleepy all day.
Lack of sleep? Don't think so.
Too much? Possibly :D

But maybe I'm just get bored.
LAst time I remember, I got bored because of monotonous life.
And now I got bored because everything's new and I'm lost.
I need balance.
I need to feel those familiar thing once in a while.
 
     Read 3 - Post
 
   
12:33pm 03/05/2005
  Mungkinkah kita kehilangan sesuatu, yang belum pernah menjadi milik kita?  
     Read 3 - Post
 
   
03:08pm 25/04/2005
  Libur tiga hari, started it with a mistake.
Kamis malam mampir dulu di Gramedia Matraman sebelum pulang kantor.
Cukup bisa ditebak, aku gak bisa tahan diri dan beli buku. Gak tanggung-tanggung, Taiko-nya Eiji Yoshikawa (bener gak ya namanya), yang 1140-an halaman, yang bahkan lebih tebel dari Musashi.

Tadinya sih pengen buat selingan, dibaca kalo lagi ada waktu luang aja.
Tapi ternyata.. nggak mungkin banget. Urfah will be urfah. Sekali buka buku cerita, nggak bisa berhenti sebelum halaman terakhir. Well.. nggak mau deh, bukan nggak bisa.

Walhasil, hari jum'at itu seharian melototin buku itu sampai pindah-pindah tempat lebih dari 7 kali, kucing baru beranak aja kalah, heheh.

Setelah baca tentang puluhan ribu prajurit dan samurai yang tewas secara gagah berani di medan perang, akhirnya urfah pun tewas secara mengenaskan, alias ketiduran, pas sesudah sholat maghrib.

PAdahal.. hiks.. mestinya malam itu ada dua undangan pernikahan. Salah satunya Dodi, temen seangkatan dan kadang seangkotan waktu kuliah dulu. Hmm.. lewat deh kesempatan ketemuan sama anak2 95..
Dan nggak enak pula sama Mbak biki..

Tapi, dengan kecepatan gila-gilaan itu, akhirnya urfah berhasil mengkhatamkan Taiko dalam waktu tidak sampai 1.5 hari. My worst record so far..
Rasanya memang musti masuk rehabilitasi untuk orang-orang yang kecanduan baca novel :P
 
     Read 4 - Post
 
 
mine : bercerita so and so
friends : dian, farah, meity, ncel, nurul onetea nurafiati lala
readings : fun!! pencil color eramuslim, wikipedia, detik
iseng : library n reviews, gutenberg
 
 
 
 
 

Advertisement